Allah ta’ala bersumpah dengan sesuatu yang Allah kehendaki. Allah ta’ala bersumpah dengan diriNya sendiri di dalam Al Qur’an:
QS. Adz-Dzariyat: Ayat 23 (Juz 26)
فَوَرَبِّ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ اَنَّكُمْ تَنْطِقُوْنَࣖ
Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap.
dan Allah ta’ala bersumpah dengan perbuatan²Nya yang luar biasa dan ciptaan²nya yang bagus:
QS. Asy-Syams: Ayat 5 dan 6 (Juz 30)
وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ
demi langit serta pembuatannya,
وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ
demi bumi serta penghamparannya,
Allah ta’ala bersumpah dengan waktu:
QS. Adh-Dhuha: Ayat 1 dan 2 (Juz 30)
وَالضُّحٰىۙ
Demi waktu duha
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
dan demi waktu malam apabila telah sunyi,
QS. Al-Fajr: Ayat 1 dan 2 (Juz 30)
وَالْفَجْرِۙ
Demi waktu fajar,
وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
demi malam yang sepuluh,
Secara makna, bersumpah dengan waktu-waktu tersebut adalah bersumpah dengan Allah ta’ala karena Allah lah yang membuat dan menciptakannya. Ibnul Qoyyim berkata: Sesungguhnya Allah ta’ala bersumpah di dalam Al Qur’an dengan sesuatu atas sesuatu yang lain. Maka Allah ta’ala bersumpah dengan DzatNya yang disifati dengan sifatNya, bersumpah dengan tanda-tanda kebesaranNya yang dikehendaki untuk menetapkan DzatNya dan sifatNya, dan bersumpah dengan sebagian makhlukNya untuk menunjukkan bahwa mereka termasuk di antara tanda-tandaNya yang agung. Bisa dilihat bahwa setiap perkara yang Allah ta’ala bersumpah dengan waktu atasnya maka perkara tersebut adalah perkara yang menempati derajat urgensi yang paling tinggi. Sumpahnya Allah ta’ala dengan waktu itu ada pada 2 (dua) perkara yang sangat penting: pertama, membebaskan Rasul Shallallahu alaihi wassalam dari klaim/anggapan orang-orang musryik dan musuh² bahwa Allah meninggalkan beliau. Tempat yang lain (kedua) adalah menjelaskan bahwa setiap manusia itu merugi dan binasa kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih.
Allah ta’ala berfirman seraya bersumpah dengan waktu:
QS. Adh-Dhuha: Ayat 1-3 (Juz 30)
وَالضُّحٰىۙ
Demi waktu duha
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
dan demi waktu malam apabila telah sunyi,
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.
Allah ta’ala juga berfirman:
QS. Al-'Ashr: Ayat 1 (Juz 30)
وَالْعَصْرِۙ
Demi masa,
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ
kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.
Sayyidina Abdullah bin Abbas (tintanya umat, ahli tafsirnya Al Qur’an) berkata: makna lafadz Al Ashr adalah zaman/waktu.
Wallahua’lam bisshowaabb….
Bersambung….
والله تعالى أن يُقْسِمَ بما شاء، فأقسم تعالى بنفسه في القرآن : ﴿فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ﴾^{(1)} ، وأقْسَمَ بأفعاله العجيبة، ومصنوعاته البديعة : ﴿وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا ، وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا﴾^{(2)} ، وأقْسَمَ بالزمن والوقت : ﴿وَالضُّحَى وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى﴾، ﴿وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ﴾، والقَسَمُ بها في معنى القَسَمِ به تعالى، إذ هو صانعُها ومُبْدِعُها .
قال ابنُ القيم : إنه يُقسمُ في القرآن بأمورٍ على أمور، فيُقْسِمُ بذاته الموصوفة بصفاته، وبآياته المستلزمة لإثبات ذاته وصفاته، ويُقْسِمُ ببعض مخلوقاته، للدلالة على أنها من عظيم آياته . انتهى .
ويُلاحَظُ أنَّ كلَّ ما أقسم اللهُ عليه بالزَّمَن ، كان هاماً في أعلى دَرَجَاتِ الأهميَّة، وكان قَسَمُهُ بالزمن في أَمْرَيْنِ هَامَّينِ جدَّاً، أحدهما تَبْرِئَةُ الرسولِ صَلَّى الله عليه وسلَّم ، من أن يكونَ هَجَرَهُ ربهُ كما زَعَمَ ذلك المشركون والأعداء . والمقامُ الآخَرُ في بيانِ أنَّ كلَّ إنسانٍ خاسرٌ وهالكٌ إلَّا الذين آمنوا وعملوا الصالحات .
فقال سبحانه مُقْسِماً بالزَّمَن : ﴿وَالضُّحَى ؛ وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى ؛ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى﴾^{(3)} ، وقال أيضاً : ﴿وَالْعَصْرِ ؛ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ؛ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ﴾^{(4)} .
قال حَبْرُ الأمة وتُرْجُمانُ القرآن سيدنا عبدُ الله بن عباس رضي الله عنهما : العَصْرُ هو الزمن .
الحواشي
(١) من سورة الذاريات، الآية ٢٣ .
(٢) من سورة الشمس، الآيتان ٥ و ٦ .
(٣) من سورة الضحى، الآيات ١ _ ٣ .
(٤) zسورة العصر .





